Senin, 23 November 2009

PEMBUATAN KEPUTUSAN

1. (Analisa Medan Kekuatan - FFA)
Analisis Medan Kekuatan adalah suatu cara/alat atau metode untuk menelaah suatu situasi yang ingin dirubah menuju situasi atau tujuan tertentu. Situasi atau keadaan itu dapat saja berupa keadaan pribadi, lingkungan, organisasi, proyek dsb. Metode ini dapat juga digunakan dalam perancangan program khususnya program-program jangka pendek.
2. Pengertian Delphi
Suatu teknik untuk memperoleh masukan para ahli dari berbagai disiplin ilmu untuk mencapai suatu kesimpulan. Para ahli diminta pendapatnya tentang dampak yang akan terjadi jika suatu kegiatan diterapkan. Proses pengajuan pertanyaan dilakukan sacara bertahp dan berulang-ulang. Masing-masing individu tidak saling mengetahui pendapat yang lain tetapi informasi (kesimpulan) dari tahap sebelumnya diberikan kepada peserta sehingga dapat merevisi jawabannya. Tidak ada paksaan untuk memperoleh konsensusu. Kesimnpulan diambil oleh penyelenggara delphi.

Kelebihan dan kelemahan delphi

Kelebihan
• Respons dari masing-masing peserta bersifat “anonymous”, sehingga tidak saling mempengaruhi
• Peserta berasal dari berbagai disiplin sehingga diperoleh rangkuman yang bersifat komprehensif
• Dapat diterapkan untuk peserta yang jauh atau berlainan kota/daerah
Kelemahan
• Memakan waktu yang panjang
• Dibutuhkan banyak tenaga untuk sekertariat, desaign, kuesioner dan analisis
• Jika respons peserta sedikit maka tidak memperoleh hasil yang komprehensif.
(agus_dh.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/3698/Social+Forecasting+(presentation).pdf -)

3. NGT
Nominal grup teknik menggunakan format yang lebih terstruktur untuk memperoleh banyak masukan dari beberapa orang pada suatu masalah atau isu. Setiap teknik dapat diberikan sesuai situasi tertentu, namun NGT ini mungkin tidak digunakan sesering harus.
Teknik ini pada awalnya dikembangkan oleh Delbecq dan VandeVen. Teknik ini merupakan terstruktur variasi kecil kelompok metode diskusi. Grup yang hominal teknik mencegah dominasi diskusi oleh satu orang, mendorong semakin banyak anggota kelompok pasif untuk berpartisipasi, dan hasil dalam rangkaian diprioritaskan solusi atau rekomendasi.
Beberapa keuntungan yang jelas adalah
• bahwa voting adalah anonim, dan
• ada peluang untuk sama partisipasi anggota grup.
• Mempengaruhi dan gangguan umum di grup oher metode yang diminimalkan.
Kekurangan juga ada dalam pendapat yang mungkin tidak bertemu dalam proses pemilihan. Proses ini mungkin tampaknya terlalu terstruktur, dan lintas-ide pemupukan dapat menghambat. Nominal grup teknik yang dapat digunakan sebagai alternatif untuk kedua kelompok fokus dan teknik Delphi.
Berikut ini lebih fokus dari struktur grup, tetapi masih mengambil keuntungan dari kolaborasi alam yang dibuat oleh kelompok peserta. Sebagai nama menyarankan, teknik kelompok nominal yang hanya "nominal" grup, sejak peringkat diberikan secara individu.
www.decide-guide.com/nominal-group-technique.html - 17k

4. FISH BOWL/BRAINSTORMING
Teknik ini digunakan untuk mendapatkan ide-ide kreatif sebanyak mungkin dari kelompok.

Kelebihan
• Menghasilkan ide-ide sebanyak mungkin
• Menghasilkan ide-ide yng segila mungkin
• Membangun ide dari ide-ide sebelumnya
• Menghindari penilaian atas ide-ide yang dihasilkan


Ringkasan Masing- Masing Kelompok
 Ringkasan Kelompok 1 mengenai gaya analitis
Gaya analitis merupakan pemecahan masalah secara convergen atau vertical yang berarti berfikir berdasar fakta dan mengarah pada satu jawaban. Pemimpin yang memiliki gaya seperti ini cenderung berfikir objektif yang dihubungkan pada sebab akibat, berfikir logis dengan menghubungkan data satu dengan yang lain hingga menghasilkan pendapat yang khusus, berfikir yang mudah dimengerti, dan hanya menganggap 1 jawaban terbaik. Indikatornya suka memecahkan masalah, perlu jawaban terbaik, perlu kendali, menggunakan data, senang keragaman, inovatif, serta hati- hati dalam mengkaji suatu masalah. Langkah pemecahan masalahnya melewati 4 tahap, yakni analisa masalah, pembuatan alternatif pemecahan masalah, pengevalusian alternatif pemecahan masalah, dan penerapan solusi serta rencana tindak lanjut.
 Ringkasan Kelompok 2 mengenai gaya konseptual
Gaya konseptual merupakan gaya yang cenderung menggunakan data dari berbagai sumber dan mempertimbangkan berbagai alternatif. Indikator gaya ini adalah berorientasi pada hasil, berpandangan luas, kreatif, perlu kemandirian, humanis/ artistik, menggagas ide baru, dan berorientsai ke masa depan.
 Ringkasan Kelompok 3 mengenai gaya behavioral
Gaya ini merupakan gaya dimana manajer mengambil keputusan yang dititik beratkan/ pusat perhatiannya pada orang– orang dalam organisasi. Manajer yang memiliki gaya seperti ini cenderung memperhatikan kebahagiaan anak buah, terbuka terhadap saran orang lain, dan menghindari konflik serta mencari penerimaan dari orang lain.
 Ringkasan Kelompok 4 mengenai gaya Direktif
Gaya direktif ini dialokasikan oleh manajer tentang struktur dan hirarki kekuasaan. Indikatornya adalah mengharap pada hasil, agresif, bertindak cepat, menggunakan aturan, butuh kekuasaan, menggunakan instuisi, dan verbalis.

 Ringkasan Kelompok 5 mengenai gaya analitis
Seperti kelompok satu, poin tambahannya yakni dalam gaya analitis ini cenderung menghidari masalah yang terlalu berisiko, pemimpin bergaya seperti ini belajar dari pengalaman sebagai bahan referensinya. Namun dilihat dari segi efektivitas waktu kurang karena pengumpulan data yang akurat serta pemimpin dan staff terjun langsung kelapangan.
 Ringkasan Kelompok 6 mengenai gaya konseptual
Hampir sama dengan kelompok 2, tambahannya yakni ciri- ciri pemimpin yang memiliki gaya ini adlah dapat menganalisis berbagai kecenderungan, berpikir rasional, ahli dalam berbagai konsepsi, mampu menganalisis dan memahami kejadian, mengantisipasi perintah, serta mengenal macam- macam kesempatan dan masalah yang potensial.
 Ringkasan Kelompok 7 mengenai gaya behavioral
Hampir sama denga kelompok 3.
 Ringkasan Kelompok 8 mengenai gaya direktif
Hampir sama dengan kelompok 4, tambahannya yakni manajer yang memiliki gaya ini cenderung koleris, mengharap pengakuan atas prestasi, suka menerima tugas sulit serta tantangan, egois, agresif, tidak peka, dan kecanduan pada sesuatu.

Kesimpulan:
Dari keempat gaya di atas, gaya analitis dan konseptual cocok untuk leader/ pemimpin karena mereka adalah tipe pemikir dan inovator. Sedangkan gaya direktif dan behavioral cocok untuk manajer karena sebagi pelaksana dan pemeliharaan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar